Opini: Apdesi dan Abpednas Kolega Jokowi Pada Pilpres 2024 Dukung Siapa

Nasional, Politik135 Dilihat

Suara dukungan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), kolega Jokowi pada pilpres 2024 mendatang perlu dipehitungkan oleh beberapa Capres.

Petualang Jurnalis kali ini mencoba belajar membaca peta politik Jokowi yang membesarkan dan mendukung dirinya menjadi Presiden Republik Indonesia selama dua periode (2014 – 2019 dan 2019 – 2024).dikutif dari fusilatnews.com, sebagai referensi.

Bisa dipastikan Jokowi tidak akan lupa kacang dengan kulitnya, karena Jokowi sudah diterima sebagai salah seorang tokoh wong cilik ditengah-tengah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), utamanya pada lapisan grassroots.

Oleh karenanya untuk figur meraih kemenangan Pilpres 2024, Jokowi diperkirakan tidak mau menjadi orang asing dalam partainya, terlebih jika dirinya harus meninggalkan PDIP.

Kemudian Ia bersosialisasi awal hanya untuk sekedar menjadi orang pinggiran dari partai-partai yang nyata memang telah memiliki banyak kader-kader senioren atau elite politik, yang jam terbang mereka sudah mumpuni.

Untuk meraih kursi RI.1 dipradeksi Ia dan para koleganya akan diprioritaskan di 2024 untuk kunci kemenangan capres yang diusung dari PDIP. Sedangkan dirinya yang punya status play maker terhadap capres Prabowo Subianto, yang Ia dukung hanya bagian daripada planning atau agenda alternatif saja.

Hal ini demi proteksi diri keluarga dan para koleganya, paling tidak sebagai bukti Ia telah serius melakukan antisipasi terhadap kemenangan Anies serta Capres lain sebagai gambaran politik dua kakinya yang ada di koalisi gabungan.

Antara Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sebagai koalisi besar partai–partai dan terhadap Capres PDIP kelak. Dan konsentrasi Jokowi serius sesungguhnya berdasarkan alasan kenyamanan akan bermuara kepada Capres yang dicalonkan moncong putih ini.

Modal besar Jokowi sesungguhnya untuk memenangkan Pilpres 2024, ada di suara desa dan perangkat desa, dimana dukungan para kepala desa dan perangkat desa diseluruh tanah air yang berjumlah puluhan ribu suara.

Hal ini terbukti sudah Ia himpun dan terorginisir dalam bentuk Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), DPN Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), dan akan dikerahkan demi mendapatkan suara signifikan untuk orang yang Jokowi targetkan demi untuk mendapatkan kemenangan.

Termasuk dana segar dari para cukong oligarki yang selama ini mendapatkan keuntungan besar daripada kepemimpinannya selama ini, akan Ia mintakan sumabngannya sebagai alat mensukseskan kemenangan pigur pilihan bakal presiden yang Ia dukung kelak.

Hal pengorganisiran dari himpunan Kades, staf desa serta aparatur desa yang ditengarai berjumlah ratusan ribu dari (50 – 60 Ribuan) desa, untuk kesekian kali pernah dikumpulkan oleh-nya di area Parkir Timur Senayan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, salah satunya pada momentum pagi Ahad, 19  Maret, 2023.

Mereka yang hadir diperkirakan berjumlah puluhan ribu kepala desa, dan kehadiran mereka ini adalah dalam rangka memperingati hari “yang klasifikasinya cukup aneh”, yakni acara sembilan tahun Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dengan tajuk ” Membangun Indonesia dari Desa “.

Pemerintah Jokowi diketahui telah menggelontorkan Dana Desa pada tahun 2021 sebesar Rp72 triliun, atau 2,3 persen dari total APBN. Jika dibagi rata maka setiap desa mendapatkan Dana Desa sekitar Rp 1 miliar per-tahun. Namun kini Apdesi menuntut kenaikan 10 % dari APBN, atau sekitaran 10 Milyar setahun.

Sedangkan individu kepercayaan Jokowi yang mungkim akan dijadikan sebagai ujung tombak untuk menjembatani para tokoh desa adalah tokoh PDIP, Eks Ketua partai Rakyat Demokratik (PRD) yang publik kenal memiliki pemahaman politik yang cukup kental dengan warna yang “beraroma sosialisme”, yakni tokoh haluan ” kiri, ” Budiman Sudjatmiko, yang nampak aktif mendorong lahirnya undang-undang desa.

Maka, Jokowi dan orang dekat yang juga kepercayaan Megawati, Budiman Sudjatmiko tentu loyalitasnya tidak akan mudah bergeser daripada capres pilihan partai PDIP, yang kelak pada waktunya akan dipublis. Besar kemungkinan capres dimaksud adalah Puan Maharani, anak ideologis dan biologis dari Megawati Soekarno Putri, demikian petualang Jurnalis mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *