Pelaku Jambret Ibu Ibu Di Jalan Tjilik Riwut kota Palangka Raya Terancam 12 Tahun Penjara

oleh -50 views

Palangka Raya – BM (26)th Pelarian buron kasus jambret atau curas (pencurian dengan kekerasan) terhenti di tangan Tim Resmob Polresta Palangka Raya bekerja sama dengan Tim Jatanras Ditreskrimum dan Dit Intelkam Polda Kalimantan Tengah.

Sewaktu petugas gabungan mau menangkap pelaku berinisial BM terpaksa dihadiahi timah panas karena mencoba kabur saat hendak ditangkap.

Kapolresta Kombes Pol. Dwi Tunggal Jaladri, S.I.K., S.H., M.Hum melalui Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Todoan Agung, S.I.K mengatakan, pelaku berinisial BM menjambret korbannya ibu FF(54) Tahun di bilangan Jalan Tjilik Riwut Km. 8 (depan dealser Daihatsu) Palangka Raya, Sabtu (13/06/2020) Pukul 07.30 WIB.

“Cara kerja pelaku dengan memepet korban kemudian mengambil (merampas) dompet yang dijepit disepeda motor korban, diwaktu kejadian korban sempat berusaha untuk mengejar namun korban terjatuh dari sepeda motor akibat kena tendangan pelaku hingga tidak sadarkan diri,” ungkap Todoan.

Akibat peristiwa tersebut, korban berinisial FF(54) yang merupakan warga Jalan. Tjilik Riwut Kompelek. Transito Kota Palangka Raya,

Hingga saat ini masih menjalani perawatan di RS. Pambelum Awal Bros Jl. Tjilik Riwut Km. 6,5 Palangka Raya. Sebab ibu FF mengalami retak tulang pipi dan lengan kanan serta luka lecet di beberapa bagian tubuhnya,

BM yang merupakan warga Jl. Mahir Mahar Palangka Raya diringkus oleh Tim gabungan pada hari Minggu (14/06/2020) sekitar Pukul 17.00 WIB di Jl. Mahir Mahar Kota Palangka Raya setelah sebelumnya petugas melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap pelaku.

Dari tangan pelaku petugas menyita barang bukti berupa satu (1) unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam No Pol KH 6884 YA, uang tunai senilai Rp. 431.000,- satu (1) buah dompet berisi kartu ATM, KTP, Kartu BPJS, dan buku tabungan milik korban,

Selain itu petugas juga menyita satu (1) lembar baju warna hitam merah dan satu (1) celana warna hitam, semua barang tersebut nantinya buat bukti di persidangan yang mana digunakan pelaku saat melakukan aksi kejahatannya.

Akibat perbuatannya pelaku terancam Pidana maksimal dua belas tahun penjara sesuai Pasal 365 ayat (2) KUHP.

(Red/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *