Masyarakat kota Palangkaraya banyak mengeluhkan Drainase dalam kota yang buntu

oleh -331 views

Palangka Raya 19/04/2019 – Buruknya drainase yang masih belum dilakukan pembenahan dan pengerukan, sehingga apa bila ujan lebih satu jam bisa mengakibatkan banjir di kota Palangkaraya Kalteng.

“Drainase atau pengatusan adalah pembuangan masa air secara alami atau buatan dari permukaan atau bawah permukaan dari suatu tempat, pembuangan ini dapat dilakukan dengan mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalirkan air.

“Drainase merupakan salah satu komponen yang tidak terpisahkan dalam rancangan perancangan pembangunan, komponen ini telah menjadi perasana umum yang di butuhkan masyarakat khususnya diperkotaan dalam rangka menuju kehidupan kota yang bersih,dan sehat.

“Drainase yang berati mengalirkan, menguras, membuang, sesuai fungsinya, untuk mengendali kebutuhan air permukaan untuk perbaikan genangan air dan banjir.

Terus bagaimana apa bila drainase itu tidak berpungsi semestinya tidak berjalan dengan baik, bahkan drainase tersebut buntu yang di akibatkan sampah, lumpur, sehingga terjadi pendangkalan.

Tentunya suatu tempat daerah tersebut yang drainase tidak berpungsi sudah pasti akan mengakibatkan air tergenangan, seperti akan terjadi banjir, tanah becek, daerah itu menjadi jorok, bau yang diakibatkan terkumpulnya limbah samapah bahkan bisa menjadi tempat bertelurnya nyamuk DBD,
hal ini sudah terjadi dibeberapa tempat dalam kota Palangkaraya.

Seperti dijalan Yos Soedarso induk  Kel. Menteng Kec. Jekan Raya, salah satu contoh buruknya kondisi drainase yang ada, drainase tidak berpungsi semestinya bahkan jarak lubang dengan permukaan jalan cuma kurang lebih 10 cm saja yang diakibatkan tidak berjalannya aliran drainase sehingga terjadi pendangkalan.

Selain itu juga permukaan atas drainase banyak tertutup oleh bangunan dan juga jarak lubang pengontrol untuk membersihkan drainase sangat jarang bahkan ada pengelola gedung dimana jarak lubang pengontrol drainase depan halaman parkiran gedung yang sampai kurang lebih 10 meter tidak sesuai semestinya, bahkan ada beberapa bangunan bangunan gedung yang memutup drainase.

“Saat awak media melakukan wawancara kepada pak Abdulah salah satu warga masyarakat yang tinggal disekitar jalan Yos Soedarso induk mengatakan selama 3 tahun lebih dia berdomisili di jalan Yos Soedarso induk ini tidak ada dari pihak dinas pemerintahan untuk melakukan sosialisasi untuk melakukan pengerukan parit atau drainase sepanjang jalan Yos Soedarso sampai saat ini.

Lanjutnya,”saya berharap pemerintahan yang ada sekarang supaya memperhatikan kami sebagai rakyat kecil menengah kebawah agar di perhatikan, parit parit drainase yang di tutup oleh gedung gedung Mall, Ruko dan Hotel, agar segera di buka dan saya meminta kepada pak gubernur dan wali kota Palangkaraya Pairit mana program launching 100 hari nya, sampai saat ini kami belum mendapatkan,” ucapnya.

Feri salah satu manajer gedung yang ada di jalan Yos Soedarso sewaktu di temui awak media mengatakan,” bahwa drainase didepan halaman gedung yang dia kelola memang buntu dan pernah sekali melakukan pengerukan drainase dengan alat seadanya menggunakan cangkul sewaktu awal membangun gedung, dia sebagai pihak pengelola gedung siap melakukan pembongkaran drainase apa bila sewaktu waktu pemerintah melakukan pembersihan.

Lanjutnya,” harapan saya meminta supaya pemerintah segera melakukan pengerukan sepanjang jalan Yos Soedarso ini seperti yang pernah di lakukan pemerintahan sebelumnya tetapi cuma sampai pasar mini saja, tidak sampai depan gedung kami padahal dari jalan Yos Soedarso simpang jalan Sisingamangaraja yang juga buntu akibat pendangkalan dan sampah, ” imbuhnya.

“Selain itu Feri menambahkan agar pemerintah memperhatikan dan menertibkan parkiran yang ada seperti parkiran Hypermart yang mana sering terjadi kemacetan yang di akibatkan penyempitan jalan hal itu sangat menggang pengguna jalan yang lain, ” ucapnya.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *