PROGRESS CAPAI 49%, BENDUNGAN PIDEKSO DITARGETKAN RAPUNG TAHUN 2021

oleh -156 views
https://kaltengexpres.com/wp-content/uploads/2019/04/WhatsApp-Image-2019-04-13-at-11.26.47.jpeg

kalteng expres.com | 12-4-2019 Awal bulan kemarin,
Memanfaatkan waktu libur Isra Miraj 1440 H yang jatuh pada Rabu, 3 April 2019, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau lokasi pembangunan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah.

“Saat ini progresnya sudah menggembirakan, sudah sekitar 49 persen dan ditargetkan selesai pada tahun 2021,” ujar Menteri Basuki di lokasi pembangunan Bendungan Pidekso. Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini dibangun Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ditjen Sumber Daya Air.

Saat ini, lanjutnya, progres pembebasan lahan untuk bendungan ini sudah mencapai 1333 bidang, dari total 1634 bidang yang dibutuhkan. Pembebasan lahannya menggunakan dana talangan sebesar Rp. 416 Milyar serta sisanya dengan dana Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Bendungan multifungsi ini memiliki daya tampung sebesar 25 juta meter kubik, dengan ketinggian 44 meter dari dasar sungai. Bendungan Pidekso direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 hektar. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan Intensitas tanam dari 133 % (2000 Ha) ke 240% (3600 Ha).

“Bendungan ini juga sebagai sumber air baku 300 liter/detik untuk Wonogiri, Sukoharjo, Solo dan sekitarnya. Sudah siap untuk kita pasang pipanya,” ujar Basuki. Bendungan ini juga bermanfaat untuk pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi serta pariwisata, sehingga dapat membantu kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pada tahun 2019 ini Kementerian PUPR melalui BBWS Bengawan Solo juga akan menyelesaikan tiga bendungan, yakni Bendungan Gondang, Gongseng & Bendo. Pembangunan bendungan diperlukan dalam rangka mendukung ketahanan air dan pangan.

Secara nasional lahan irigasi seluas 7,3 juta hektare dimana baru 11% yang dilayani bendungan, sisanya mengandalkan air dari hujan atau sawah tadah hujan.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Kepala BBWS Bengawan Solo Charisal Akdian Manu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Akhmad Cahyadi, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI

(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *