Narpan Metar Apoi “Seniman Dari Kalimantan Tengah

oleh -338 views

kaltengexpres.com | Kuala Kapuas 13/04/2019 – Salaha satu Tokoh Seniman Tari Tradisional, Musik Tradisional, Penata Busana, Seniman Ukir, Seniman Karungut Kapuas Yang Banyak Berkarya Mewakili Pemerintah Ke Tingkat Nasional Damang Narpan Metar Apoi.

Dalam bidang Adat dan Budaya Kabupaten Kapuas sudah tidak asing lagi di dengar menampilkan berbagai betuk hasil karya seni yang merupakan tradisi warisan leluhur yang masih dapat di pertahankan dan di lestarikan kepada para generasi penerus sampai saat ini.

Dalam hal ini tidak lepas dari hasil karya seorang tokoh dayak ngaju yaitu Damang Kepala Adat Bernama NARPAN METAR APOI. yang memiliki kemauan serta panggilan jiwa untuk melestarikan nilai kearifan lokal adat dan budaya dayak Kalimantan Tengah.

Melalui binaan beliau dalam bidang seni tari di kabupaten kapuas dibawah suatu ormas Badan Kesenian Daerah (BAKEDA) pada tahun 1947 dan menjadi Sanggar Seni Tari “TINGANG MENTENG PAHUNJUNG TARUNG” Kabupaten Kapuas.

Narpan Metar Apoi nama beliau yang sudah tidak asing di lagi di kalangan masyarakat yang ada di Kabupaten Kapuas karena pada saat itu beliau menjabat sebagai Damang Kepala Adat Kecamatan Selat, Dan Sebagai Perintis Pemadam Kebakaran Kabupaten Kapuas, di samping itu juga memiliki keahlian di bidang mekanik mesin yang membuat beliau juga memiliki bengkel pribadi yang tersohor Se Kalteng. nama Bengkelnya SORMAS. Kecintaan terhadap seni budaya sudah mengalir di aliran darah sehingga menjadi hobby yang harus di salurkan untuk melestarikan kesenian dayak di kabupaten kapuas pada saat itu.

Banyaknya para anak-anak yang beminat menjadi seniman tari dayak  pada waktu itu sehingga beliau mentapkan memakai tempat bangunan kantor kedamangan yang di namakan Balai Adat “Basara” disini lah beliau menghabiskan waktu dan hobbynya berkreasi mnciptakan sebuah karya yang indah dan memiliki nilai -nilai moral dan estetika yang sangat tinggi.

Disamping tarian beliau juga piawai membuat alat musik dan memainkannya seperti Kecapi, Rabab, Suling Balawung, Gandang, Garantung, Gariding dan Kangkanong sebagai musik tradisional dayak pengiring penyajian sebuah hasil karya pertunjukan kesenian daerah diantaran nya Karungut, Deder, Sansana, Tari Kinyah Mandau, Mandau Bawi,Gangereng Kapuas, Tari Bahalai, Tari Manyauk Bilis, Tari Tugal sawar, Tari Manjawet, Tari Sulep Pimping, Tari Dingkang Palanduk dan banyak yang lainnya.

Hasil karya yang begitu banyak nya yang tercipta oleh seniman dayak ini sehingga mengharumkan nama daerah mewakili pemerintah kabupaten kapuas tampil di tingkat Nasional pada pekan Pemuda Pertama di Surabaya pada tahun 1957 yang di pimpin oleh Damang Yohanes Salilah sebagai pimpinan kontingen pada saat itu.

Dalam masa hidup beliau yang mengabdi kepada Pemerintah Kalimantan Tengah lewat hasil karya, yang cukup banyak dalam mewariskan Adat Istiadat, Budaya dan Seni Tari Dayak Ngaju di Kabupaten Kapuas sehingga sangat wajar lah kalau beliau sebagai “Seniman Besar Multi Talenta Dayak Ngaju” yang jarang di miliki oleh sebagian orang.

Keterbatasan teknologi di bidang documentasi dan publikasi sehingga hasil karya seni yang beliau pernah ciptakan banyak yang tidak terarsipkan dengan baik. Sebagai ducumentasi untuk generasi saat ini.

Maka dengan kondisi sekarang ini perlu ada dukungan khusus dari Pemerintah Daerah Dan Provinsi atau Dinas terkait di bidang nya supaya dapat di anggarkan melalui dana khusus untuk meneliti dan mengkaji nilai sejarah, kebudayaan, Seni dan kearifan lokal suku dayak supaya dapat di tulis dalam sebuah buku. Guna menunjang Program Pemerintah dalam bidang pendidikan,kebudayaan serta pelestarian sesuai sasaran dan tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia.

Sumber : Ny. Rossela.N.M.Apoi ( Istri ) Yang pernah sebagai anak buah Penari beliau pada waktu itu.
Ny. Rambu. ( Cucu Damang Y. Salilah) Yang Juga anggota Penari.

Penulis : Kristian Stevanus,S.Sos Budayawan Muda Dayak Ngaju Kalimantan Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *