BBM SATU HARGA LAYANI MASYARAKAT PERBATASAN ACEH

oleh -187 views
https://kaltengexpres.com/wp-content/uploads/2019/04/WhatsApp-Image-2019-04-13-at-11.28.07.jpeg

kateng expres.com | 12-april-2019 Kemarin
Masyarakat di Kabupaten Gayo Leus, Aceh akhirnya bisa menikmati BBM satu harga setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan dua SPBU modular di Desa Tungel, Kecamatan Rikit Gaib dan Reje Pudung, Kec. Terangun.

Kehadiran BBM Satu Harga disambut antusias oleh warga Desa Tungel, Reje Pudung dan sekitarnya. Sekarang, mereka dapat menikmati BBM dengan harga yang sama seperti ketetapan pemerintah, yaitu premium sebesar Rp 6.450/liter dan solar Rp 5.150./liter. Sebelumnya, mereka membeli BBM jenis Premium dengan harga Rp 9.000 dan Solar 7.000 per liter.

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman menyatakan, peresmian BBM Satu Harga di Gayo Leus merupakan bentuk komitmen Pemerintah dalam mewujudkan keadilan akses energi dengan terus mendistribusikan BBM ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

“Kami berharap dengan adanya lembaga penyalur ini dapat mendorong perekonomian masyarakat Gayo Leus lebih baik,” kata Fatar saat peresmian di SPBU Modular 15.246.56 Terangun, Jumat (5/4/2019).

Turut hadir dalam peresmian tersebut, Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, Direktur Bionenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Andriah Feby Misna, Tenaga Ahli Menteri Kasminto dan Marketing Brand Manager Aceh PT Pertamina (Persero) Awan Raharjo.

Kehadiran SPBU Program BBM Satu Harga ini merupakan titik ke- 2 dan 3 di Provinsi Aceh. Sebelumnya, pada 2018 BBM 1 Harga telah hadir di Pulau Banyak.

Kedua SPBU Modular ini merupakan bagian dari 133 lembaga penyalur BBM di seluruh Indonesia, yang telah beroperasi sejak dimulainya Program BBM Satu Harga pada 2017. SPBU Modular 15.246.54 Kecamatan Rikit Gaib merupakan titik ke 129, sementara titik ke 130 berada di SPBU Modular 15.246.56 Kecamatan Terangun.

Desa Tungel dan Desa Reje Pudung termasuk dalam wilayah 3 T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan). Untuk mencapai kedua desa tersebut harus menempuh perjalanan udara selama 45 menit dari Bandara Kualanamu Medan. Kemudian dilanjutkan dengan jalan darat dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

(Alus/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *