KESERUAN ANAK-ANAK DENGAN DOWN SYNDROME (ADS) BELAJAR KESEHATAN DAN BERMAIN KAULINAN SUNDA

oleh -267 views

kaltengexpres.com | Jawa Barat– Di era globalisasi dan teknologi yang begitu hebat dengan ditandai hadirnya berbagai gawai yang super canggih menyebabkan arus informasi semakin cepat dan deras. Hal yang tak dapat dihindari adalah terjadinya konvergensi media, yaitu akses informasi menjadi dalam satu genggaman.

Saat ini, anak-anak di Indonesia menjadi bagian penting dari perubahan itu Jutaan
dari mereka menjadi serba tahu dan bahkan melebihi anak seusianya di zaman
sebelum hari ini. Terutama zaman dimana belum terdapat teknologi seperti sekarang ini Alih-alih hidup dengan teknologi kekinian, banyak di antara anak anak “zaman now justru melupakan tradisi budaya Indonesia. Mereka gagap sejarah dan tak mengenali lagi budayanya sendiri.

Menanggapi persoalan tersebut, muncullah gagasan kolaborasi yang diinisiasi bersama oleh Komunitas Historia Indonesia (KHi). Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome (POTADS) dan PT. Cordlife Persada, yaitu suatu upaya memberikan pengetahuan kesehatan (pada sesi seminar) dan pengalaman bermain kaulinan (permalnan) Sunda kepada anak-anak dengan down syndrome di kota Bandung provinsi Jawa Barat (pada sesi bermain), Kegiatan yang memiliki semangat “Leave No One Behind In Education” ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang dalam hal ini diwakili oleh Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Museum Sri Baduga.

Kegíatan yang berjudul Trisomy Awareness Bash 2019- Let’s Play & Learn” ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 23 Maret 2019 dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 wib dan berlokasi di Museum Sri Baduga, Bandung Jawa Barat. Peserta yang hadir lebih kurang 100 orang, yang terdiri dari anak-anak dengan down syndrome, orang tua, pendamping dan atau gurunya. Peserta berasal dari wilayah Bandung dan sekitarnya

Acara yang sepenuhnya didukung oleh PT Cordlife Persada melalui prograrm Corporate Social Responsibility (CSR)-nya ini dibuat terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia tentang Down Syndrome dan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa, terlepas dari keterbatasan yang dialami oleh penyandang Down Syndrome, anak-anak ini tetap dapat menjadi pribadi yang mandiri dan luar biasa

Pada sesi seminar, menghadirkan dr. Novina SpA (K). M.Kes sebagal pembicara yang mengangkat topik mengenal Pertumbuhan dan Perkembangan Pubertas Pada Anak dan Remaja dengan Down Syndrome. Sebagai ahli tumbuh kembang anak, beliau menjelaskan bagaimana orang tua ADS membantu anak-anak mereka memahami perubahan fisik yang terjadi. Selain itu, hadir juga Dr. dr. Veranita Pandia, Spk](K), sebagai psikiater, beliau bicara mengenal perubahan
psikologis yang terjadi saat pubertas dan bagaimana cara mempersiapkan ADS dan
orang tuanya untuk menghadapi hal tersebut.

Sesi seminar ditutup oleh Ibu Esther Miory Dewayani dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang menyampaikan pengalamannya dulu sebagai guru pengajar di Sekolah Luar Biasa, serta kontribusi permainan tradisional bagi kesehatan jiwa anak-anak.

Pada sesi selanjutnya, Asep Kambali, sejarawan sekaligus pendiri Komunitas
Historia Indonesia (KHI) menyampaikan pesan bagi orang tua untuk menanamkan rasa cinta budaya Indonesia pada diri anak-anak sejak dini.

Dilanjutkan dengan pesan dari Zaini Alif, selaku pendiri Komunitas Hong yang mengingatkan kita untuk tidak melupakan permainan tradisional Indonesia di tengah maraknya permainan digital yang semakin beragam. Acara ditutup dengan sesi di mana para ADS bermain permainan tradisional bersama-sama dipandu oleh Komunitas Hong, serta hadir juga tim dari Bandung Eye Center yang akan menyediakan pemeriksaan refraksi mata bagi para ADS secara gratis.

Mengutip dari sambutan yang disampaikan oleh Retno Suprihatin selaku country director dari PT. Cordlife Persada, “Kedepannya pun, acara ini akan senantiasa digelar, karena kami percaya bahwa bisnis bukanlah semata untuk mengejar profit, tetapi juga untuk memberi arti dan memberi dampak positif untuk kehidupan sosial kita bersama. “Program CSR di Indonesia itu sangat beragam jenís dan jumlahnya, namun CSR
pada bidang kebudayaan sangat lah unik dan langka. Apalagi ini yang ber-CSR adalah perusahaan kesehatan, tentu sangat luar biasa dan patut kita apresiasi atas perhatian dan kepedulian PT Cordlife Persada pada bidang kebudayaan ini.” Papar Asep Kambali selaku perwakilan penyelenggara kegiatan tersebut.”

Selain dipenuhi oleh anak-anak penyandang Down Syndrome dan keluarga serta pendampingnya, pada acara ini hadir pula Mayjen TNI (Purn) Asep Kuswani selaku Pembina KHI atau Komunitas Historia Indonesia, Rully Rahadian juga Pembina KHI yang juga Wakil Ketua Umum PWOIN Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara, dan hadir Farhan seorang Master of Ceremony papan atas di negeri ini memberi pandangannya mengenai penyandang Down Syndrome, yang juga adalah sama-sama anak bangsa yang membutuhkan. [Red/Tim]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *