4.226 Korban Banjir Bandang Sentani Mengungsi di 6 Titik.

oleh -311 views

kaltengexpres.com | Bencana Banjir Bandang yang melanda Sentani pada hari Sabtu (16/3/2019) ini berawal dari curah hujan ekstrem selama 7 jam dari pukul 17.00-24.00 WIT serta adanya longsor karena proses alami di wilayah Pegunungan timur Sentani dan membentuk bendung alami yang jebol ketika hujan ekstrem tersebut.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Mustofa Kamal, SH ketika saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, Senin (18/3/2019) pukul 15.00 WIT sore.

Longsor tersebut dapat terjadi dikarenakan penebangan pohon untuk pembukaan lahan, perumahan dan kebutuhan kayu. Sementara itu, 9 Kelurahan yang merupakan titik banjir berdekatan dengan lereng kaki gunung sehingga secara geomorfologis merupakan sistem lahan yang tergenang.

Kabid Humas menjelaskan, sampai saat ini, Senin 18 Maret 2019, pukul 15.00 Wit, korban meninggal dunia berjumlah 79 orang yang mana 72 diantaranya berasal dari bencana banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura dan 7 lainnya berasal dari bencana longsor di Ampera Kota Jayapura.

“Sementara itu, 43 orang belum ditemukan, 74 orang luka-luka dan 4.226 orang mengungsi di 6 titik, yaitu 1.450 orang di BTN Gajah Mada, 600 orang di BTN Bintang Timur, 203 orang di Doyo baru, 400 orang di Sekolah HIS Sentani, 1.273 orang di Posko Induk Gunung Merah dan 300 orang di SIL Sentani,” jelas Kombes Pol. A M Kamal.

Selain korban jiwa, lanjut Kabid Humas, 350 unit rumah rusak berat, 211 unit rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani, 2 unit Gereja Rusak Berat, 1 unit Masjid Rusak Berat, 8 unit Sekolah Rusak Berat, 104 unit Ruko Rusak Berat, 3 unit Jembatan Rusak Berat, 8 unit Drainase Rusak Berat dan 1 unit pesawat jenis Twin Otter rusak di Lapangan terbang Adventis Doyo Sentani.

“Penanganan Darurat dilakukan oleh Polri, BPBD, TNI, SKPD, Relawan & masyarakat
sejak kejadian bencana (16/03/2019) malam dengan melakukan pencarian dan penyelamatan korban, mengevakuasi korban hingga pembersihan jalan yang dipenuhi lumpur material-material yang terbawa arus banjir,” terang Kabid Humas.

Lagi kata Kabid Humas, RSUD Yowaris sudah berfungsi kembali serta RS Dian Harapan, RS Bhayangkara, RS Abepura, dan RS Aryoko difungsikan sebagai rumah sakit rujukan. 45% (47 dari 104) gardu listrik yang terdampak banjir juga telah berfungsi kembali, yang mana sebelumnya 42% (104 dari 244) gardu listrik terdampak banjir bandang.

“Untuk para korban yang berada di pos-pos pengungsian membutuhkan makanan siap saji, selimut, air bersih, obat-obatan, pakaian, terpal, peralatan memasak, matras, makanan tambahan bergizi. Semua kebutuhan ini terus dikumpulkan oleh seluruh aparat serta masyarakat Kabupaten Jayapura dan sekitarnya untuk dapat membantu para korban,” pungkas Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. A M Kamal.Papua..(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *